Efek cerita horor.. September 5, 2008
Posted by yudhaindrawan in Uncategorized.trackback
Tepat beberapa menit setelah saya memposting tentang mtamorphosis 2008, terjadi pemadaman listrik bergilir oleh PLN. Kali ini yang kena daerah sadang hegar. Waktu itu jam menunjukkan pukul 23.45 which means hampir tengah malam. Jujur, waktu saya melihat keluar pintu warnet, suasana benar-benar gelap.
Jadi teringat sama cerita horor yang diceritakan oleh cipus di studio kriya beberapa hari sebelumnya. Perlu diketahui bahwa cerita yang diceritakan benar-benar seram abiz dan pernah terjadi. Tentang pengalaman cipus ketemu sama makhluk lain, tentang pengalaman anak-anak KISR yang baca ayat kursi bareng makhluk lain, dll.
Nah, waktu kita cerita sih kita ketawa-ketawa aja, tapi pas malam telah tiba masing-masing orang yang mendengar cerita itu mulai merasakan efeknya. Malamnya saya pulang jam 11 malam. Waktu melewati jalan menuju asrama yang sunyi banget, melewati sebuah pohon dan rumah kosong, saya ga tahan ya udah saya telepon korwat saya. Sebenarnya bingung mau ngomong apa, tapi pokoknya cari bahan pembicaraan apapun lah. Ya udah akhirnya selamat sampai asrama.
Lain halnya dengan korwat saya yang mendengar cerita itu. Malamnya waktu dia keluar kamar tuk QL, dia wudhu pas menghadap sawah di belakang rumah dia. Dan beliau mengamati sawah jaga-jaga siapa tahu ada yang merhatiin.
Nah, cipus yang menjadi sumber berita pun ga kalah parno. Berhubung cerita tersebut berdasarkan kisah dia di tempat tidur, dia jadi ga bisa tidur. Muka dia ditutupi dengan selimut.
Pas malam tadi saya jadi aga was-was. Saya ga bawa ponsel. Tapi tiba-tiba muncul adhi yang harus pulang karena mati lampu. Wah, begitu melihat adhi saya seperti melihat penyelamat saya. Saya ingin dianterin sama adhi ke asrama. (ya elah, cupu banget). Nah, kan ga mungkin saya bilang “adhi anterin gue ke asrama dung. gw takut” . AKhirnya saya mencari alasan, “adhi, ponsel kamu ada senternya ga?” “kelihatannya jalan ke asrama bakalan gelap”
Nah, pas kita keluar, saya mendapati keadaan bahwa ternyata malam tidak gelap-gelap banget. Justru terang. Kita bisa melihat biasan cahaya dari langit yang memantul ke benda-benda di sekitar kita. Saya bisa melihat atap, saya bisa melihat pohon, pokoknya suasananya bagus banget. Saya juga menyadari bahwa alasan saya untuk dianterin dia sudah runtuh. AKhirnya dengan berat hati sekaligus pembelaan diri (karena sepertinya dia menyadari maksud saya) saya pulang sendiri ke asrama.
Sepanjang jalan, saya membongkar kembali segala ingatan saya tentang materi-materi tauhid dan aqidah yang diberikan kepada saya. Tentang bahwa Allah lah pelindung dan Allah yang pantas ditakuti. Bahwa segala sesuatu berjalan atas izin Allah. Tapi tiba-tiba saya teringat ke cerita-cerita orang terdahulu. Tentang bagaimana Rasul mengendap-endap keluar mekkah di kegelapan malam, tentang bagaimana pejuang-pejuang kemerdekaan melakukan gerilya di tengah malam.
Akhirnya saya dibuai dengan imajinasi-imajinasi tentang perjuangan masa lalu sampai tibanya saya di asrama.
Alhamdulillah.


hahahahaha,,,,,
piss ah bro
salam kenal
salam kenal juga n_n