Kisah cinta di keluarga ku December 31, 2008
Posted by yudhaindrawan in Cinta, Ikhwah, Romance.trackback
Well, dah lama saya ga nulis lagi di blog ini.
happy new year 2009!! buat resolusi tahun baru yang baik yah.
Akhir2 ini ada yang cukup berbeda di keluarga saya. Apa itu? Keluarga saya jadi penuh cinta. he..he.. Pertama, mama papa yang makin mesra habis honeymoon dari saudi arabia (naik haji maksudnya), terus kakak-kakak saya yang sedang dimadu asmara bersama wanita lain.
Pertama dari kakak pertama saya. Awal mulanya sih saya ag ragu kalau dia pacaran, secara waktu kuliah di ITS dia itu tipikal anak-anak liqo-freak. Orang kayak Ardian indra atau teman saya gamma. Saat ini dia berubah jadi orang yanaag addicted banget sama pacarnya itu.
Saya pernah angkat telepon kakak saya karena dia ga ada.
ponsel kakak: kring….kringg
mama: YUDHA!!!! angkat teleponnya.
saya: (dgn langkah gontai mengangkat ponsel) halo
dari seberang ponsel: (suara cewek) halo sayang… dah makan?
gw langsung syok mendengar kalimat itu. Busyet dah tu cewek! Centil dan manja banget.
saya: mmm… maaf, kakak saya sedang tidak ada. Mungkin bisa ditelepon 15 menit lagi.
dari seberang ponsel:oh, iya. makasih yah.
Terus dgn isengnya gw coba lihat inboxnya dan gw mendapati sms2 berurutan bagaikan kereta bogor-jakarta kota dari nama yang sama. Rata2 isinya kaya: “sayang, kamu dah makan?”, “sayang, aku lg ke mangga dua nih. lg lihat cincin”, dll. dan ketika saya lihat sent items nya, saya lihat sms dgn nada2 yg ga jauh beda.
Mungkin aga lucu aj bagi saya untuk menyadari bahwa memang keadaan sangat berubah. Ntah kenapa, apakah si pacar kakak saya itu adalah seekor succubus yang mengincar ikhwan-ikhwan segar untuk dinodai atau tidak. he..he..
Kemudian berlanjut ke kakak saya yang kedua. Kemarin ibu saya mendapatkan telepon dari seorang yang tidak di kenal. FYI, ibu saya sama sekali tidak berhubungan dengan orang lain kecuali saya, kakak2 saya, atau ayah saya lewat ponsel. Nah, ternyata si orang yang nelpon ibu saya itu adalah cewek dan dia itu”teman” kakak saya. Dia nelpon cuma mau ngajak kenalan ibu saya aja.
Menurut saya, aga aneh aja kalau cuma teman mau ngajak kenalan sama orang tua temannya langsung via ponsel. gak make sense aja. Biasanya kalau saya mau main2 ke rumah teman, pasti saya bakalan nanya. “bonyok lu bakalan ada ga di rumah hari ini?” Berarti dia bukan sekedar teman biasa dong.
Melihat gelagat kedua anak tertuanya, ibu saya mulai bertanya hal-hal yang belum pernah beliau tanyakan sebelumnya pada saya.
mama: “yudha, kamu punya teman perempuan ga”
saya: “punya dong ma”
mama: “yang dekat”
saya: “iya, saya punya banyak sahabat, beberapa dari mereka itu perempuan ma”
mama: “enggak, maksud mama yang dekat banget”
saya: (sebenarnya saya dah ngerti mau kemana arah pertanyaan mama ku)yg dekat banget?? ada teman satu organisasi, sering ngobrol. Ada juga teman jurusan, kadang-kadang saya suka pinjam buku ke dia ma.
mama: “enggak, yang paliiiiiing dekat”
saya: (aaaaarrrrgg…kenapa ga sekalian nanya. yudh, dah punya pacar belom??) ng…. ma, yudha mau ke toilet dulu yah.
aku langsung ngibrit ke kamar mandi.
hmmm…hmm.. mungkin beberapa dari kalian lumayan ngerti. yah, hampir tidak mungkin bagi gue tuk mendapatkan pacar dengan kondisi lingkungan seperti yang saya dapatkan sekarang:
1. akhwat-akhwat (perempuan dengan jilbab selebar sprei) yang ada kalau ketemu kadang-kadang suka nunduk.
2. pacaran dipandang sebagai tindakan yang cukup pengecut untuk memainkan cinta cewek/cowok
3. mereka lebih memilih menikah sambil kuliah dari pada pacaran.
4. pacaran dianggap perbuatan mendekati zina
5.kalau ketahuan pacaran, kita bisa-bisa bakalan diomongin oleh jaringan2 liqo kampus.
6. dll..dll..dll
well, sepertinya sudah nasib bagi saya untuk hidup di lingkungan seperti itu n sepertinya butuh waktu yg lumayan lama bagi orang lain supaya melihat saya pegangan tangan sambil rangkul-rangkulan dengan seorang perempuan. Kecuali kalau tiba-tiba datang seekor sucubus merayu saya. he..he..
oks, selamat tahun baru


haha..yudha..
sing sabar ya..
berarti antum ini kayak ikan asin di lautan. maksudnya antum tetap tidak terpengaruh di tengah lingkungan keluarga yang seperti itu. Antum hebat akhi..
nah, kita kan punya prinsip dan itu didasarkan atas ilmu. saya tertarik dengan kalimat “pacaran itu dianggap mendekati zina”. hmm, kayaknya bukan hipotesis lagi melainkan udah jadi postulat (haha..). buktinya sms2 kakak antum itu, nada-nadanya yang…
anyway, tetap istiqomah ya saudaraku, saya doain terus..
doain sy juga..ok?
gw disamain ama ikan asin??!. sama hiu martil kek atau ikan cakalang. ho..ho.. yang pasti, thanks ya Git atas doanya. Anggit juga tetap istiqomah yah. mhua..ha..ha..(tawa iblis)