Kindness Shock!! June 8, 2009
Posted by yudhaindrawan in Inspirasi, Pengalaman, Tausyiah.Tags: Kindness Shock, Teman-teman
trackback
Tulisan ini dibuatnya sudah aga lama. Tapi baru saya publish sekarang.

Kindness Shock, sebuah istilah yang ntah saya dapat dari mana. Kalau tidak salah dari blognya raditya dika. Kalau saya terjemahkan menurut bahasa saya sendiri, Kindness Shock adalah sebuah efek atau sensasi kejutan yang diterima oleh seseorang karena dia mendapatkan sebuah sebuah sikap yang luar biasa baik dari orang lain. Beda halnya sama teman dekat atau sahabat kamu. Kalau sama sahabat, kita sudah terbisa saling bersikap baik. Lain halnya dengan orang yang baru sebatas kenal atau tidak terlalu akrab. Kita merasa terkejut (dan sangat senang tentunya) ketika orang-orang tersebut melakukan sebuah tindakan yang sangat baik pada kita sehingga mampu merubah opini kita terhadap orang tersebut.
Bisa dikatakan saya mengalami dua kindness shock dari dua orang teman saya di semester ini.
Pertama, dari teman belajar saya yang bernama Hilman Muslim Sutanto (bukan nama sebenarnya, orangnya aga pemalu kalau namanya di-publish di internet), Jurusan telekomunikasi ITB angkatan 2006. Kita belajar bareng untuk mata kuliah Praktikum teknik telekomunikasi 2, Elektronika Komunikasi dan sistem komunikasi optik. Karena sering belajar bareng, makanya dia sering menginap di kamar saya, sesekali saya menginap di kontrakan dia. Ada beberapa hal yang dia lakukan sehingga membuat saya mengalami kindness shock. Mulai dari dia menginstall ulang windows, mencarikan dan menginstal antivirus, menginstall beberapa program yang saya butuhkan di komputer saya ketika saya lagi tidur ataupun lagi ngerjain tugas. Perlu dicatat saya tidak meminta beliau secara eksplisit maupun implisit.
“Udah, kang Yudha tidur aja dulu. biar saya yang ngebenerin komputer ini”
Mulai dari traktir2, dengan inisiatif motokopiin saya bahan kuliah dan tugas, nganterin saya kemana-mana, ngedengerin curhat saya pas jam bego (00.30 malam) , dll.
Pernah, dia sms “kang dah dapat bahan bla..bla.. belum?” saya balas “belum, saya rencananya siang ini mau ke kampus tuk nyari, bla..bla..” . 30 menit kemudian dia ngetok pintu kamar saya. “Kang, ini bahannya sudah saya fotokopiin”
Dan orangnya itu huznudzon abiiiiiz. Kadang-kadang saya sering komentar negatif tentang orang tertentu atau keadaan tertentu tapi dia suka kasih kata-kata yang positif akan hal tersebut. Misalnya, gw lagi stress sama ikhwah lampung yang hobi banget menteror gw dengan SMS. Dia bilang “mumpung silaturahmi kang, kapan lagi kenalan sama anak lampung” atau saat gw stress sama teman gw yang hobi sms gw (sekali sms ada 4 pertanyaan cuy). Dia bilang “itu angin surga kang” Sama hal-hal lainnya. Pokoknya omongannya baik semua deh.
Gw pribadi merasa aga gamang dan kaget pas pertama-tama menerima kindness shock tersebut. Padahal dia bukan teman SMA saya atau satu lingkaran lho, terlebih lagi kita bukan satu angkatan dan ga pernah berada dalam tim kepanitiaan yang sama. Mungkin juga karena gw terbiasa memberlakukan orang lain dengan seadanya kali yah, makanya saat gw diperlakukan dengan luar biasa baik, gw jadi kaget.Yah, mungkin dia adalah salah satu contoh produk sukses dari proses tarbiyah kali yah. he..he..
Kalau contoh kedua sih ga se-ekstrim yang pertama. Datangnya dari teman seangkatan gw. Bermula dari topik TA yang aga nyambung, dan presentasi TA saya yang aga biasa-biasa aja dan kemudian saya tulis di facebook. Kemudian dia komentar dengan komentar yang seolah-olah berkata “gile, dongo banget sih loe. Ngambil topik WiMAX tapi ga tahu multipath fading. Udah deh kelaut aja lu” . Komentar dia ga segitunya juga kali, jauh lebih baik lah. Tapi alam bawah sadar gw merubah redaksi kalimatnya (??). lalu gw balas “ow…sip-sip thanks yah. he..he..” untuk menunjukkan rasa nyantai meskipun di depan monitor gw gigit-gigit meja.
Lalu ketika bertemu dengan dia beberapa hari kemudian, dia yang nyapa gw dan kita ngobrol tentang multipath fading. Terus dia nawarin gw CD dan seabrek referensi mengenai WiMAX. Hah, lumayan kaget gw.
Pelajaran yang bisa gw dapat dari artikel ini adalah:
- Kalau mau ngebantuin orang janganlah setengah-setengah. Bukan berarti jadi jangan ngebantuin orang yah. Tapi kalau ngebantuin orang, yah yang total dunks.
- Bertemanlah dengan orang-orang yang baik, yang bisa kamu jadikan contoh. Ya, kalau gaul sih sama siapa aja boleh.
- Kadang-kadang orang lain memperlakukan kita lebih baik daripada kita memperlakukan orang tersebut.
- Buka mata, hati, dan pikiran, kadang-kadang orang-orang yang ga terlalu kita pikirin bisa berbuat hal yang luar biasa
- Sering-seringlah berbuat baik sama orang lain tanpa pamrih. Ntar Allah bakalan ngasih kita kebaikan dari arah yang tidak kita sangka-sangka.
Buat teman-teman yang baca tulisan ini, berikanlah kindness shock kepada teman-temanmu. he..he..


nice one… like this…
sip2, trims albaz.
Wah jarang2 ketemu orang kek gt..
Suka ini juga lah.. ^_^